Program Kerja

Program Kerja Gerkatin Solo

untuk periode 2011- 2014 adalah:

1. BIDANG PENDIDIKAN:

No

Nama prgoram

Tujuan

Output

1

Pendidikan bahasa isyarat bagi masyarakat, institusi pelayanan umum dan anak usia sekolah.

Ø Memberikan pengetahuan & keterampilan bhasa isyarat bagi masyarakat.

Ø Pelatihan bahasa isyarat. (Masyarakat mengenal dan mengetahui bahasa isyarat)

Ø Kursus Bahasa Isyarat di Markas & Car Free Day

2

Sekolah inklusi bagi difabel Tuli.

Ø Memberikan kemudahan sekolah umum dalam mengakses KBM bagi Tuli

Ø Difabel Tuli & HoH bersekolah di sekolah umum.

Ø Sekolah inklusi bagi difabel Tuli.

Ø Beasiswa bagi pendidikan difabel Tuli.

3

Pendidikan ketrampilan usaha produktif bagi difabel Tuli

Ø Pendidikan vokasional (peningkatan skill) di bidang usaha dan pengelolaan usaha produktif.

Ø Difabel Tuli trampil dalam mengelola usaha produktif.

4

Difabilitas dan bahasa isyarat menjadi kurikulum/ekstrakurikuler dalam pendidikan di sekolah umum dan pelatihan prajabatan

Prespektif difabilitas dan pembekalan bahasa isyarat tingkat dasar bagi pegawai negeri.

Ø Pelajar, mahasiswa dan PNS memiliki kepedulian dan kemampuan berkomunikasi dengan difabel Tuli.

2. BIDANG AKSESIBILITAS

No

Nama prgoram

Tujuan

Output

1

Aksesibilitas pada fasilitas publik

Ø Memberiakan kemudahan bagi Tuli wicara dalam mengikuti forum / kegiatan yang difasilitasi oleh pemerintah/masyarakat

Ø Sarana & prasarana yang akses bagi difabel Tuli wicara terutama untuk media informasi.

Ø Penerjemahan bahasa isyarat dalam forum / kegiatan di pemerintah dan masyarakat.

Ø Petugas di fasilitas umum dapat berkomuikasi secara efektif dengan difabel Tuli.

Ø Aksesibilitas pada fasilitas publik terutama media informasi dan simbul-simbul yang aksesibel bagi Tuli.

Ø Menyediakan teks / subtitle disemua acara media visual (televisi)


3. BIDANG EKONOMI

No

Nama proragm

tujuan

output

1

Ekonomi produktif dan kewirausahan bagi difabel Tuli.

Pemberdayaan usaha ekonomi produktif bagi difabel Tuli.

Ø KUBE (kelompok usaha bersama.

Ø Akses pasar untuk produk-produk usaha produktif yang di kelola difabel Tuli.

Ø Media informasi dan promosi produk difabel Tuli.

Ø Fasilitasi akses permodalan bagi usaha prodktif difabel Tuli.

Ø Kuality control produk usaha.

Diversifikasi usaha produktif yang dikelola oleh difabel Tuli.

Ø Inovasi kreatif dalam Pengembangan usaha yang dikelola difabel Tuli.

Ø Pengembangan dan variasi produk yang layak jual di pasar.

Memberikan life skill bagi Tuli.

Difabel Tuli dapat menghasilkan produk layak jual sesuai standart pasar .

2

Akses pekerjaan formal bagi difabel Tuli.

Ø Penyaluran kerja bagi difabel Tuli di perusahaan.

Ø Perusahaan mengimplementasikan kuota 100: 1 untuk difabel bekerja.

Difabel Tuli dapat mengakses pasar kerja umum (perusahan, dll)

3

Akses PNS bagi difabel Tuli

Implementasi kuota 100:1 bagi difabel dalam CPNS pada setiap pengangkatan PNS baru.

Pengangkatan pegawai negri bagi Difabel Tuli


4. BIDANG HUKUM & PEREMPUAN DAN ANAK:

No

Nama porgram

tujuan

output

1

Sosisalisasi tentang perlakukan terhadap Anak Tuli.

Memberikan pengetahuan & mendidik anak agar tidak terlambat sekolah & menghindari perlakukan yang salah terhadap Anak Tuli

Masyarakat tahu cara memperlakukan Anak Tuli dengan baik dan benar

2

Perlindungan hukum bagi difabel Tuli baik sebagai korban maupun difabel Tuli yang berurusan dengan hukum.

Akses hukum yang berkeadilan bagi difabel anak Tuli

Ø Standart pelayanan dan perlindungan hukum bagi difabel Tuli sebagai korban maupun yang berurusan dengan hukum.

Ø Sistem dan prosedur pembuatan BAP yang aksesibel bagi difabel.

Ø Fasilitasi penterjemah bahasa isyarat dan pendamping bagi difabel Tuli sebagai korban atau berurusan dengan hukum.

Ø Fasilitasi saksi ahli dalam proses hukum dan peradilan.

3

Pendampingan Korban pasca proses hukum.

Pemulihan psikologi dan ekonomi korban.

Ø Aksesibilitas bagi difabel dalam WCC.

Ø Difabel korban atau yang berurusan dengan hukum dapat berinteraksi dengan wajar di masyarakat.

Ø Stabilitas ekonomi korban pasca proses hukum dan peradilan.


5. BIDANG KESEHATAN:

No

Nama porgram

Tujuan

Output

1

Pengadaan ABD

Membantu ATRW agar mempunyai ABD

ATRW dapat mendengar lebih baik

2

Sosialisasi resiko penggunaan obat secara berlebih yang mengakibatkan ketunarungguan.

Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak terhadap ketuarungguan

Masyarakat memahami, dapat & dapat melakukan pencegahan

3

Pemeriksaan & pemeliharan kesehatan THT yang tersedia dan mudah diakses oleh ATRW.

ATRW mendapat kemudahan pelayanan kesehatan (THT ).

ATRW terpelihara kesehatan terutama THT.

4

Pemerkisaan balita terhadap kecenderunagan ketunarungguan.

Mendeteksi lebih awal perkembangan anak.

Terdeteksi & dapat penanganan lebih awal. (intervensi & deteksi dini)

5

Perumusan sehat jasmani dan rohani.

Ø Memberikan peluang bagi difabel utk mengakses pendidikan , pekerjaan.

Ø Pemahaman perbedaan pemaknaan kecacatan dengan sehat secara jasmani.

Standarisasi istilah sehat jasmani & rohani .

6

Program jaminan kesehatan akses bagi difabel

Peningkatan kualitas kesehatan bagi difabel.

Kuota bagi Difabel unuk mendapat akses jamkesmas, jamkesda, jampersal, PKMS

1. BIDANG PENDIDIKAN:

No

Nama prgoram

Tujuan

Output

1

Pendidikan bahasa isyarat bagi masyarakat, institusi pelayanan umum dan anak usia sekolah.

Ø Memberikan pengetahuan & keterampilan bhasa isyarat bagi masyarakat.

Ø Pelatihan bahasa isyarat. (Masyarakat mengenal dan mengetahui bahasa isyarat)

Ø Kursus Bahasa Isyarat di Markas & Car Free Day

2

Sekolah inklusi bagi difabel tuna rungu wicara.

Ø Memberiakan kemudahan sekolah umum dalam mengakses KBM bagi tuna runggu.

Ø Difabel TRW bersekolah di sekolah umum.

Ø Sekolah inklusi bagi difabel tuna rungu wicara.

Ø Beasiswa bagi pendidikan difabel tuna rungu wicara.

3

Pendidikan ketrampilan usaha produktif bagi difabel tuna rungu wicara

Ø Pendidikan vokasional (peningkatan skill) di bidang usaha dan pengelolaan usaha produktif.

Ø Difabel Tuna rungu wicara trampil dalam mengelola usaha produktif.

4

Difabilitas dan bahasa isyarat menjadi kurikulum/ekstrakurikuler dalam pendidikan di sekolah umum dan pelatihan prajabatan

Prespektif difabilitas dan pembekalan bahasa isyarat tingkat dasar bagi pegawai negeri.

Ø Pelajar, mahasiswa dan PNS memiliki kepedulian dan kemampuan berkomunikasi dengan difabel tuna rungu wicara.


  1. BIDANG AKSESIBILITAS

No

Nama prgoram

Tujuan

Output

1

Aksesibilitas pada fasilitas publik

Ø Memberiakan kemudahan bagi tuna runggu wicara dalam mengikuti forum / kegiatan yang difasilitasi oleh pemerintah/masyarakat

Ø Sarana & prasarana yang akses bagi difabel tuna rungu wicara terutama untuk media informasi.

Ø Penerjemahan bahasa isyarat dalam forum / kegiatan di pemerintah dan masyarakat.

Ø Petugas di fasilitas umum dapat berkomuikasi secara efektif dengan difabel tunarungu wicara.

Ø Aksesibilitas pada fasilitas publik terutama media informasi dan simbul-simbul yang aksesibel bagi tuna runggu wicara.

Ø Menyediakan teks / subtitle disemua acara media visual (televisi)


3. BIDANG EKONOMI

No

Nama proragm

tujuan

output

1

Ekonomi produktif dan kewirausahan bagi difabel tuna rungu wicara.

Pemberdayaan usaha ekonomi produktif bagi difabel tuna runggu wicara.

Ø KUBE (kelompok usaha bersama.

Ø Akses pasar untuk produk-produk usaha produktif yang di kelola difabel tuna rungu wicara.

Ø Media informasi dan promosi produk difabel Tuna rungu wicara.

Ø Fasilitasi akses permodalan bagi usaha prodktif difabel Tuna rungu wicara.

Ø Kuality control produk usaha.

Diversifikasi usaha produktif yang dikelola oleh difabel tuna runngu wicara.

Ø Inovasi kreatif dalam Pengembangan usaha yang dikelola difabel tunarungu wicara.

Ø Pengembangan dan variasi produk yang layak jual di pasar.

Memberikan life skill bagi TRW.

Difabel TRW dapat menghasilkan produk layak jual sesuai standart pasar .

2

Akses pekerjaan formal bagi difabel rungu wicara.

Ø Penyaluran kerja bagi difabel tuna rungu wicara di perusahaan.

Ø Perusahaan mengimplementasikan kuota 100: 1 untuk difabel bekerja.

Difabel Tuna rungu wicara dapat mengakses pasar kerja umum (perusahan, dll)

3

Akses PNS bagi difabel tuna rungu wicara

Implementasi kuota 100:1 bagi difabel dalam CPNS pada setiap pengangkatan PNS baru.

Pengangkatan pegawai negri bagi Difabel Tuna rungu wicara


4. BIDANG HUKUM & PEREMPUAN DAN ANAK:

No

Nama porgram

tujuan

output

1

Sosisalisasi tentang perlakukan terhadap ATRW.

Memberikan pengetahuan & mendidik anak agar tidak terlambat sekolah & menghindari perlakukan yang salah terhadap ATRW

Masyarakat tahu cara memperlakukan ATRW dengan baik dan benar

2

Perlindungan hukum bagi difabel Tuna rungu wicara baik sebagai korban maupun difabel TRW yang berurusan dengan hukum.

Akses hukum yang berkeadilan bagi difabel TRW

Ø Standart pelayanan dan perlindungan hukum bagi difabel TRW sebagai korban maupun yang berurusan dengan hukum.

Ø Sistem dan prosedur pembuatan BAP yang aksesibel bagi difabel.

Ø Fasilitasi penterjemah bahasa isyarat dan pendamping bagi difabel TRW sebagai korban atau berurusan dengan hukum.

Ø Fasilitasi saksi ahli dalam proses hukum dan peradilan.

3

Pendampingan Korban pasca proses hukum.

Pemulihan psikologi dan ekonomi korban.

Ø Aksesibilitas bagi difabel dalam WCC.

Ø Difabel korban atau yang berurusan dengan hukum dapat berinteraksi dengan wajar di masyarakat.

Ø Stabilitas ekonomi korban pasca proses hukum dan peradilan.


5. BIDANG KESEHATAN:

No

Nama porgram

Tujuan

Output

1

Pengadaan ABD

Membantu ATRW agar mempunyai ABD

ATRW dapat mendengar lebih baik

2

Sosialisasi resiko penggunaan obat secara berlebih yang mengakibatkan ketunarungguan.

Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak terhadap ketuarungguan

Masyarakat memahami, dapat & dapat melakukan pencegahan

3

Pemeriksaan & pemeliharan kesehatan THT yang tersedia dan mudah diakses oleh ATRW.

ATRW mendapat kemudahan pelayanan kesehatan (THT ).

ATRW terpelihara kesehatan terutama THT.

4

Pemerkisaan balita terhadap kecenderunagan ketunarungguan.

Mendeteksi lebih awal perkembangan anak.

Terdeteksi & dapat penanganan lebih awal. (intervensi & deteksi dini)

5

Perumusan sehat jasmani dan rohani.

Ø Memberikan peluang bagi difabel utk mengakses pendidikan , pekerjaan.

Ø Pemahaman perbedaan pemaknaan kecacatan dengan sehat secara jasmani.

Standarisasi istilah sehat jasmani & rohani .

6

Program jaminan kesehatan akses bagi difabel

Peningkatan kualitas kesehatan bagi difabel.

Kuota bagi Difabel unuk mendapat akses jamkesmas, jamkesda, jampersal, PKMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *